Thursday, July 31, 2008

Hari Ini Genap 87 Tahun Kehancuran Khilafah

Lenyapnya Daulah Khilafah – Ibu kepada segala kejahatan

Lebih kurang 87 tahun (hijriyyah) yang lalu, iaitu pada 28 Rajab 1342H (3 Mac 1924), sebuah bencana besar menimpa kaum Muslimin, dan suatu kejahatan yang mengerikan telah menimpa generasi-generasi setelahnya. Suatu kejahatan yang layak disebut sebagai penghulu bagi segala bentuk kejahatan. Kejahatan itu adalah usaha penghancuran Khilafah Islam serta penyingkiran Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Sunnah Rasul-Nya Sallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam aspek pemerintahan sekali gus sebagai sumber utama rujukan bagi umat Islam. Akibatnya, kaum Muslimin memperoleh kemurkaan Allah dari langit dan bumi, kerana mereka telah menggantikan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia ini dengan hukum yang lain. Kaum Muslimin pun terjerat dalam berbagai perselisihan, lebih suka berdebat daripada bertindak, kebanggaan dan martabat mereka telah lenyap dan masalah-masalah di antara mereka semakin membesar. Mereka justeru menyerahkan urusan-urusan mereka kepada musuh-musuh Islam yang akhirnya merampas apa saja (kekayaan) yang umat ini miliki.

Kita telah mengetahui bahawa beberapa kelompok kaum Muslimin telah turut serta dalam usaha jahat ini, malah masih ramai lagi kaum Muslimin yang tetap berdiam diri, menerima (redha) bahkan menurutinya tanpa sedar mahupun sebaliknya.

Akibat kemurkaan-Nya di dunia, bukti-buktinya dapat dirasakan dan hasil-hasilnya tidak mampu kita hindari, yakni dominasi kaum kuffar Barat ke atas kaum Muslimin, terpecah-belahnya negeri-negeri kita serta dirampasnya harta kekayaan kita. Lebih dari itu, ramai di kalangan kita yang dibunuh, diusir, atau diseksa. Murka dari langit ke bumi telah menimpa kita hingga musuh-musuh kita telah membebankan kita dengan hukuman-hukuman yang paling buruk lagi menyeksakan dengan pelbagai jenis seksaan yang paling keji. Semua itu masih terus berlanjutan hingga kini. Dalam pada itu, perselisihan di antara umat ini semakin membesar. Berbagai bentuk konflik terjadi di antara mereka. Hancurnya negara Khilafah telah mengakibatkan terhentinya pengaturan umat berdasarkan sistem dan hukum Islam serta terkuburnya segala tindakan yang sesuai dengan al-Quran dan Sunnah. Ini adalah pelanggaran yang nyata terhadap apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللهُ إِلَيْكَ
“Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” [TMQ al-Maidah (5):49]

Tidak menerapkan hukum Allah - ini sahaja sudah cukup untuk menjadikan Allah ‘Azza wa Jalla murka. Para malaikat pemberi seksa bersiap sedia untuk menarik orang-orang yang menerapkan hukum kufur untuk dihumban ke dalam neraka Jahanam yang telah siap sedia menyambut kedatangan mereka. Na‘udzubillâhi min dzâlik.
Ibu kepada segala kejahatan ini telah membuka lebar pintu-pintu bagi orang kafir mahupun kaum munafik untuk sama-sama melakukan segala bentuk kejahatan. Di antara kejahatan besar yang dilakukan sebagai akibat dari induk segala kejahatan ini, antara lain adalah:

  • Melabelkan kaum Muslimin yang ikhlas, yang berusaha untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan menegakkan kembali negara Khilafah sebagai sebuah kelompok jahat, radikal, ekstremis, teroris dan sebagainya, yang berhak mendapatkan hukuman paling berat dari negara.
  • Eksploitasi pasukan polis yang dilibatkan dan diarahkan bekerja dalam bidang perisikan siang dan malam, demi melindungi rejim penguasa di negeri-negeri kaum Muslimin, memelihara sistem kufur yang diterapkan ke atas umat serta untuk memata-matai (mengintip) setiap tidak-tanduk kaum Muslimin dalam urusan sehari-hari, khususnya ke atas gerakan yang ingin mengembalikan semula Khilafah.

  • Menenggelamkan kaum Muslimin dengan beraktiviti di dalam permasalahan-permasalahan hidup yang dangkal; menyibukkan mereka dengan usaha-usaha yang bersifat timbal-sulam (islahi) ke atas Islam mengikut selera penguasa, serta menghabiskan masa, tenaga dan wang umat Islam untuk aktiviti ibadah semata-mata.

  • Mengikat urusan politik umat Islam dengan peraturan antarabangsa; menundukkan umat Islam pada kekuasaan kafir serta keputusan-keputusan PBB dan Dewan Keamanan; dan mencurahkan taat setia sepenuhnya kepada organisasi kufur ini, berbanding syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  • Menerapkan dan mempertahankan habis-habisan sistem ekonomi Kapitalis ke atas kaum Muslimin yang jelas lagi nyata bertunjangkan pada sistem ribawi.

  • Menjalankan sistem pendidikan sesuai dengan sistem pendidikan sekular yang menghancurkan mentaliti dan aqidah anak-anak kaum Muslimin, yang pada akhirnya akan mengarah pada kesempurnaan hancurnya keperibadian (syakhsiyyah) Islam mereka.

  • Mengambil-alih mimbar-mimbar masjid dan pusat-pusat pendidikan serta mencegah kalimah yang hak dari dikumandangkan di masjid-masjid dan pusat-pusat pengajian, demi memenuhi keinginan nafsu serakah para penguasa sekular.

  • Menempatkan Islam sama taraf dengan agama-agama lain dalam rangka persatuan antara agama-agama atau dialog antar agama, walhal perbezaan di antara Islam dan agama-agama lain teramat jelas, kerana Islamlah satu-satunya agama yang benar dan wajib ke atas semua manusia, manakala agama selainNya adalah sesat lagi kufur.

  • Memecahbelahkan tanah-tanah kaum Muslimin kepada ceraian-ceraian kecil, yang mereka sebut dengan Negara Bangsa (nation state), mempropagandakan seruan-seruan kufur nasionalisme, kemudian membiarkan pemisahan wilayah-wilayah Islam dari induknya (yakni Khilafah).
  • Di samping itu, tunduknya penguasa-penguasa Muslim terhadap Amerika dengan penuh ketaatan adalah sebuah kejahatan politik. Apakah Zat Yang menciptakan mereka dan menciptakan Amerika tidak lebih berhak untuk ditaati dan lebih berhak disembah?

Berdiam dirinya kebanyakan kaum Muslimin dan para penguasa mereka terhadap pendudukan tanah-tanah mereka, pembantaian yang terus-menerus terhadap anak-anak dan saudara-saudara mereka oleh negara-negara kafir, serta pelanggaran terhadap kehormatan dan harga diri mereka adalah kejahatan yang menjijikkan. Hanya makhluk tercela, para perancang, dan mereka yang tidak mempunyai kehormatan terhadap diri mereka sendiri atau keluarga-keluarga merekalah yang layak melakukan hal seperti itu. Usaha-usaha dari intelektual Muslimin ‘modernis’ untuk mencipta metode-metode baru dalam hukum Islam (fiqh) yang sangat asing, seperti fiqh al-waqi’, fiqh al-muwazanah, dan fiqh al-maslahah dan yang lainnya sebenarnya adalah usaha pemalsuan terhadap agama dan sebuah kedustaan terhadap hukum Islam.

Sementara itu, orang-orang kafir dan sekutunya terus berusaha keras untuk memesongkan gambaran positif tentang negara Khilafah dari dalam benak kita. Itu ditunjukkan dengan pendustaan terhadap keterikatan Khilafah Utsmaniyyah pada sistem Islam dan mendedahkan kesalahan-kesalahan mereka. Pada waktu yang sama, orang-orang kafir turut mempromosikan kapitalisme, sekularisme, liberalisme dan pluralisme sebagai alternatif. Akibatnya, generasi kaum Muslimin saat ini mencintai kapitalisme dan seluruh fahaman (doktrin) yang menjadi terasnya kepada nasionalisme, sukuisme dan yang lainnya sekali gus membenci dan takut dengan penyebutan negara Khilafah (atau negara Islam).

Di atas semua kejahatan itu, kelibat kebangkitan sebahagian kaum Muslimin mulai tampak, seruan dan gerakan mereka juga telah terkesan. Mereka terus diamati secara teliti dan menjadi pusat perhatian musuh yang selalu memerhati dan melawan setiap perkembangan baru dari usaha-usaha mereka. Hal yang penting yang dipropagandakan musuh ke atas mereka adalah, ini golongan kaum Muslimin yang ingin menegakkan kembali Islam ini adalah golongan yang berbahaya! Pintu-pintu mahkamah zalim dan penjara-penjara mereka sentiasa terbuka sepanjang tahun untuk kita pejuang-pejuang Islam. Mereka terus menghalang dan mereka-reka kes-kes baru terhadap kita. Mereka memperlakukan kita sebagai penjenayah (terroris) serta berbuat jahat atas segala aktiviti keislaman yang kita lakukan. Perburuan mereka terhadap kelompok-kelompok Islam yang ikhlas dilakukan secara terus-menerus tanpa mengenal belas kasihan.

Di sisi lain mereka mengerahkan dana dan usaha untuk menyesatkan kaum Muslimin dengan ajaran-ajaran Islam yang ditafsirkan sesuai dengan kepentingan mereka. Pusat-pusat pendidikan Islam dengan cara mereka didirikan satu per satu. Pertemuan-pertemuan para menteri dalam negeri di negara-negara yang saat ini berkuasa di dunia Islam belum pernah berhenti. Mereka terus bertukar maklumat dan usul memantau aktiviti para pengembang dakwah Islam. Anehnya, rencana-rencana ini tidak mempengaruhi perbezaan politik mereka, yang biasanya pertemuan-pertemuan sebegini menemui jalan buntu.
Tujuan utama semua itu adalah untuk mencabut setiap usaha ikhlas yang dilakukan kaum Muslimin untuk mengembalikan kemuliaan mereka seperti dahulu dan mengulangi sejarah keagungan mereka. Kebencian dan permusuhan mereka terhadap para pengembang dakwah Islam itu sangat jelas dan dapat disaksikan di hampir seluruh negeri-negeri umat Islam seperti di Lebanon, Uzbekistan, Turki, Mesir, Algeria, Syria, Jordan, Palestin, Iraq, Yaman, Pakistan, dan beberapa negeri umat Islam yang lainnya, termasuk Malaysia. Bahkan dalam hal ini, dapat dikatakan upaya untuk melawan usaha aktivis Islam (yang ikhlas dan sungguh-sungguh untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui penegakan semula Daulah Khilafah), semakin meluas ke seluruh dunia melalui propaganda ‘perangan melawan terorisme’ (War On Terror) yang diciptakan oleh Amerika, selaku tuan kepada penguasa-penguasa Muslim pengkhianat yang ada sekarang.

Setelah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam mendirikan negara Islam pertama di Madinah al-Munawwarah, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam dan generasi kaum Muslimin setelahnya yang mengikuti jejaknya mendapatkan keredhaan dan kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Keagungan kemudian ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kaum muslimin di atas dunia; berbagai negeri ditaklukkan untuk mereka; keadilan tersebar luas; dan penindasan menjadi sesuatu yang terbatas. Banyak para pemimpin yang menerima seruan mereka. Siapa saja yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakannya; siapa saja yang kafir, Allah Subhanahu wa Ta’ala menghinakannya. Para malaikat perang menghunuskan pedang-pedang mereka dan berperang berdampingan dengan barisan mujahidin kaum Muslimin, hingga kemenangan hakiki menjadi kenyataan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
“Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” [TMQ Ar-Rum (30): 47]

Inilah yang sangat kita inginkan hari ini sehingga kita berusaha secara sungguh-sungguh untuk mengulanginya lagi. Apakah nilai kehidupan kita sekarang yang berada di bawah kekuasaan thaghut dan sistem Jahiliyyah ini meningkat? Betapa baguskah keberadaan kita setelah kekuasaan Khilafah dicabut dari kita dan musuh-musuh kita muncul menguasai kita? Kita sangat memerlukan keredhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menegakkan kembali kepercayaan-Nya kepada kita setelah syarat-syarat (datangnya pertolongan dan kemenangan) dipenuhi. Dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kekuatan-Nya, kita harus mewujudkan kembali negara Khilafah berapa pun harga diri dan pengorbanan yang perlu kita bayar untuknya. Sebab, kita ingin agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menempatkan kita dalam kebahagiaan dan kemuliaan serta redha-Nya.

Hizbut Tahrir sangat mencintai anda sebagaimana kami mencintai diri kami sendiri. Oleh kerana itu, Hibut Tahrir mengajak anda dan seluruh kaum Muslimin untuk ikhlas dan bersungguh-sungguh, mengerahkan seluruh tenaga, bergabung dengan barisan para pejuang yang ikhlas dan berusaha siang dan malam, demi tujuan untuk mengembalikan kewujudan Daulah Khilafah dan meraih kembali mutiara yang telah hilang, sehingga kita memperoleh kemuliaan di di dunia dan akhirat. Sahutlah seruan kami wahai kaum Muslimin yang dirahmati Allah!

[Terjemahan dan suntingan dari artikel oleh Prof. Asim Umayra, Nablus-Palestina]
sumber: www.mykhilafah.com

Monday, July 28, 2008

Inflasi dan Riba: Fitrah Kapitalisme

Pengarah Eksekutif Malaysian Instutute of Economic Research (MIER), Prof Dato Dr Mohd Ariff Abd Kareem, dalam wawancara di Money Exchange menjangkakan kenaikan inflasi Malaysia akan melepasi 8% pada Ogos banding 7.7% sekarang.

Pihak Bank Negara pula sedang mengkaji samada menaikkan kadar faedah. Perbezaan kadar faedah sehingga 4% berbanding inflasi akan imenyebabkan kesan negative kepada sector perbankan. Tetapi jika Bank Negara menaikkan kadar faedah serta merta akan membantutkan pertumbuhan ekonomi.

Setakat ini pertumbuhan ekonomi Malaysia berada pada 7.01% untuk sukuan pertama 2008 adalah dibantu oleh kenaikan harga komoditi utama dan juga sokongan sector swasta. Tetapi dengan harga minyak sawit yang semakin menjunam ia dijangka akan memberi kesan kepada pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Sebagai sebahagian dari Negara yang mengamalkan ideology kapitalisme, Malaysia tidak terlepas dari polisi-polisi yang digubal White House mahupun kesan ekonomi dari NYSE. Apatah lagi untuk tahun ini sudah tujuh bank di US bankrup, termasuk Indy Mac, bank hartanah ketiga terbesar. Dan dua bank terbesar telah diambil alih kerajaan. Inilah adalah sebahagian krisis sub prima di US. Tetapi bukan itu yang ingin saya bincangkan disini.

Tetapi sepatutnya yang ingin saya sorot adalah bagaimana hutang dan riba telah menjadi menjadi mekanisme paling penting dalam ekonomi hari ini. Hinggakan ustaz dan ahli gerakan Islam pun ada yang lemas dalam lautan riba ini.

Pada sekitar tahun 1973,ekonomi US yang hampir muflis akibat kekalahan pada perang Vietnam, mendorong Presiden Richard Nixon memansuhkan system matawang bersandarkan emas pada Perjanjian Breton Woods 1948 kepada system matawang bersandarkan hutang (debt based money system).

Sistem ini menjadikan hutang dan riba atau nama lain faedah sebagai asas matawang dan ekonomi. Sebab itu tidak hairan jika amalan berhutang dijadikan seolah suatu kemestian dan tidak tinggal disertakan riba’. Hingga ada orang Islam yang merasakan pinjaman bank itu suatu kemestian dalan hidup. Sedangkan Allah berfirman:


“ Orang-orang yang makan(mengambil) riba tidak dapat berdiri selain berdirinya orang yang kerasukan syaitan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka demikian adalah disebabkan mereka berkata(berpandangan) jual beli sama dengan riba, walhal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al Baqarah 275]

Jabir ra berkata, “ Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, pembayar riba, pencatat dan saksi-saksi (riba) dan bersabda, “ mereka semua sama” [Shahih Muslim]

Penyelesaian masalah riba bukan dengan menbangun ‘perbankan Islam’ yang masih berorientasikan keuntungan seperti Islamic banking hari ini. Ia masih lagi penuh dengan akad-akad yang bathil lagi haram. Ulama-ulamanya paling tidak memberikan dalil inilah yang terbaik untuk menjaga kemaslahatan ummat. Hingga ada yang menghalalkan menjadi pelaksana dalam perbankan berteraskan riba. Sedangkan Allah berfirman yang bermaksud

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisa [4]: 60)

Wahai ummat Islam,
Islam membawa penyelesaian yang menyeluruh dan integrated bagi mengatur hidup manusia. Iaitu penerapan seluruh hukum Islam di bawah payung Daulah Khilafah Islamiah. Khilafah Rasyidah kali kedua adalah janji Nabi dan kewajipan kita untuk mengusahakannya.
ALLAH MAHA BESAR.

Tuesday, July 22, 2008

Penahanan Radovan Karadzic: Suatu Lagi Pembohongan PBB

Peristiwa di Sebrenisca masih segar di ingatan. Bagaimana puak Serb membunuh ummat Islam sebagaimana yang diucapkan oleh Jeneral Tentera Serbia,Ratko Mladic"HARI PEMBALASAN DENDAM PERANG SALIB"

Lebih segar bagaimana 'TENTERA PENGAMAN PBB' mengumpulkan orang-orang Islam dan menyerahkannya kepada tentera Serbia untuk kemudian mudah dibom dengan kereta kebal. Boleh dapatkan vcd bertajuk How Luch longer?(berapa lama lagi?) yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir, di youtube pun ada.

Sekarang PBB nak hukum pula Radovan Karadzic, kononya berjaya ditemui setelah 13 tahun mencari, logik ke? PBB dan banyak khianati ummat islam, membunuh ummat Islam tetapi mengapa penguasa ummat Islam terus 'menyembah' kepada PBB?

Semoga daulah khilafah kembali tertegak, melaksanakan hukum Allah, menyebarkan dakwah Islam dan menghukum para pengkhianat dan musuh-musuh Allah ini.




Bosnian Serb under arrest in war crimes
By Dan Bilefsky and Marlise Simons Published: July 22, 2008



PARIS: Radovan Karadzic, one of the world's most wanted war criminals for his part in the massacre of nearly 8,000 Muslim men and boys in Srebrenica in 1995, was arrested Monday in a raid in Serbia that ended a 13-year hunt.
Serge Brammertz, the prosecutor of the United Nations war crimes tribunal in The Hague, hailed the arrest as an important step in bringing to justice one of the architects of Europe's worst massacre since World War II. He said Karadzic, 63, the Bosnian Serb president during the war there between 1992 and 1995, would be transferred to The Hague in "due course."
"This is a very important day for the victims who have waited for this arrest for over a decade," Brammertz said. "It is also an important day for international justice because it clearly demonstrates that nobody is beyond the reach of the law and that sooner or later all fugitives will be brought to justice."
Karadzic's exact place of arrest was not announced, but Serbian government officials said he was arrested by the Serbian secret police not far from Belgrade, the capital. Officials from President Boris Tadic's office said Karadzic had appeared before an investigative judge at Serbia's war crimes court, a prerequisite for his extradition to The Hague.
Karadzic, a nationalist hero among Serbian radicals and one of the tribunal's most-wanted criminals for more than a decade, is said to have eluded arrest so long by shaving his swoopy gray hair and disguising himself in an Serbian Orthodox priest. His reported hide-outs in caves in the mountains of eastern Bosnia and in monasteries. Before his political career, he was a medical doctor who worked as a psychiatrist in Sarajevo, Bosnia's capital.

Officials in The Hague and for the European Union have long suspected that he was, in fact, hiding in Serbia, and have pressed Belgrade to hand him over. The failure to arrest Karadzic and Ratko Mladic, the still fugitive Bosnian Serb general also indicted on war crimes, long stood as a block to greater Serbian ties to the European Union after the wars in Bosnia and later Kosovo.
"This is a historic event," said Richard Holbrooke, who brokered the agreements in Dayton, Ohio to end the war in Bosnia in 1995. "Of the three most evil men of the Balkans, Milosevic, Karadzic, and Mladic, I thought Karadzic was the worst. The reason was that Karadzic was a real racist believer. Karadzic really enjoyed ordering the killing of Muslims, whereas Milosevic was an opportunist."
Slobodan Milosevic, the former president of Serbia allied with Karadzic and Mladic, was arrested in 2001 and put on trial for war crimes in 2002. He died in 2006 before a verdict.
Holbrooke said that despite Karadzic's arrest, Serbia's responsibility was not over. "They have to capture Mladic," he said.
On Monday night after the arrest, armed police officers were deployed near the war crimes court in Belgrade, where about 50 nationalist supporters of Karadzic gathered, waving Serbian flags and chanting, "Save Serbia, and kill yourself Tadic." Several protesters were arrested after attacking journalists. Karadzic's brother, Luka, was also seen arriving at the courthouse.
Serbian officials said the police were also dispatched to protect the United States Embassy, which was set ablaze in February by an angry mob protesting Kosovo's declaration of independence.
The arrest, more than a decade after Karadzic went into hiding, marks the culmination of a long and protracted effort by the West to press Serbia to arrest Karadzic for the massacres in the southeastern Bosnian town of Srebrenica, in the most heinous crime committed during the Balkan wars.
It came just weeks after a new pro-Western coalition government in Serbia was formed whose overriding goal is to bring Serbia into the European Union, the world's biggest trading bloc. The European Union has made delivering indicted war criminals to The Hague a precondition for Serbia's membership.
The arrest was hailed by Western diplomats as proof of Serbia's determination to link its future to the West and put the virulent nationalism of the past behind it. The capture under the stewardship of the new government has particular resonance because the government is made up of an unlikely alliance between the Democrats of Tadic and the Socialist Party of Milosevic, which fought a war against the West in the 1990s, but has now vowed to bring Serbia back into the Western fold.
In a sign that the move would accelerate Serbia's path to the European Union, the bloc's official in charge of expansion, Olli Rehn, said Monday that Karadzic's arrest was a "milestone" that would help clear the way for the poor Balkan nation to join.

Monday, July 21, 2008

Kempen Protes Kenaikan Harga Minyak Anjuran Hizbut Tahrir di Tapak ceramah Pakatan Rakyat di Parit Raja


Malam tadi suatu ceramah Dato Seri Anwar Ibrahim telah diadakan Parit Raja, Batu Pahat. Walaubagaimana Tuan Guru Haji Hadi dan Lim Kit Siang tidak dapat hadir dan digantikan wakil masing-masing.

Hizbut Tahrir setempat mengambil dipeluang ini bersama ribuan massa. Kempen protes kenaikan harga minyak mendapat sambutan yang sangat baik dari semua pihak yang hadir. Hampir 2000 tandatangan dapat dikutip malam tadi walaupun dalam keadaan becak dan meja yang sempit. Boleh dikatakan gerai kami yang paling ramai dikunjungi setiap lapisan masyarakat.

Ada hadirin yang hadir berminat untuk mengetahui lebih lanjut tentang Hizbut Tahrir. Terima kasih juga kepada rakan-rakan petugas dari PAS dan PKR.


Akhir kalam, jutaan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan kerjasama. Semoga Islam kembali tertegak.

Friday, July 11, 2008

Anwar, Tuduhan Liwat dan Sumpah: Apa Hukum Islam?

Dato Seri Anwar semasa menghadapi tuduhan liwat semasa era Dr. Mahathir telah pun bersumpah menafikan tuduhan tersebut. Walaupun telah bersumpah, beliau tetap juga didapati bersalah walaupun tiada bukti kukuh yang boleh menyabitkannya.

Inilah jelas menunjukkan, penghakiman dalam system kufur ini tidak mengiktiraf apalagi menerima hukum pembuktian (ahkamul bayyinat) Islam. Tetapi itu tidak pelik kerana ideology kapitalisme ini beraqidah sekular. Bagaimana mungkin ia akan mengguna pakai hukum yang berasal dari aqidah Islam?

Kini DSAI dituduh melakukan didakwa meliwat bekas pembantu peribadinya, Mohd. Saiful Bukhari Azlan. Melihat susuk tubuh Saiful, saya tidak percaya dia tidak mampu melawan. Tetapi bukan itu yang ingin saya bawakan disini. Saya terpanggil untuk mengulas perkara mubahalah yang sekali lagi timbul.

Sepatutnya yang diseru para mufti dan ulama adalah supaya tuduhan ini dihakimi dengan hukum Islam. Bukan mencadangkan mubahalah sedangkan proses penghakiman dan undang-undang masih lagi kufur.

HUKUM PEMBUKTIAN DALAM ISLAM

Ahkam al-bayyinat(hukum pembuktian) sama seperti hukum-hukum Islam yang lain, merupakan hukum syara’ yang digali dari dalil-dalil yang bersifat rinci. Pembuktian diperlukan dalam kes muamalat dan juga peradilan.

Syeikh Ahmad ad-Da’ur dalam Ahkaam al-Bayyinat mendefiniskan bukti(bayyinat) adalah semua hal yang boleh membuktikan sesebuah dakwaan.

Bukti dalam Islam hanya ada 4 jenis,tidak lebih dari itu, iaitu:-
a) pengakuan
b) sumpah
c) kesaksian
d) dokumen bertulis yang meyakin

Saya sekadar mengulas berkenaan sumpah sahaja disini.

Imam Baihaqi dengan isnad yang shahih dari Nabi saw:
“Bukti itu wajib bagi orang yang mendakwa, dan sumpah itu wajib bagi orang yang mengingkarinya”

“Sumpah itu wajib didasarkan kepada niat orang yang meminta” (HR Muslim)

Imam Bukhari
meriwayatkan dari Ibnu ‘Amru:
“Ada lelaki Arab mendatangi Nabi saw, kemudian ia berkata,” Ya Rasulullah, apa saja dosa besar itu? Baginda menjawab, “ Menyekutukan Allah, membunuh jiwa tanpa hak, membohongi seorang mukmin, lari dari medan perang dan sumpah palsu”.

Ini menjadi bukti bahawa sumpah tidak boleh dilakukan kecuali didasarkan bukti yang meyakinkan. Dan perkara yang menjadi pokok pangkal adalah Allah mewajibkan kita berhukum dengan hukum Allah, bukan hukur secular kemudian cuba mengambil pembuktian Islam. Perundangan dan pembuktian Islam datang sebagai sebuah pakej tak boleh dipisahkan.

Allah berfirman:
“Maka hukumlah mereka dengan apa yang datang dari Allah” (Al Maidah:48)

Dalam nas-nas yang lain Allah menyatakan mereka yang tidak berhukum dengan hukum Allah samada kafir, zalim atau fasiq.

Oleh itu saya menyeru saudara-saudara sekelian, bahawa apa pun kes termasuk kes tuduhan terhadap DSAI ini WAJIB dihukum dengan hukum Allah. Mana-mana cadangan yang hanya menyarankan ia mengambil pembutian Islam walhal peradilannya masih kufur jelas merupakan perlanggaran terhadap hukum Allah.

Para mufti sepatutnya mendakwah pemerintah untuk kembali kepada Islam secara menyeluruh. Bukan sebaliknya memberi cadangan yang mengelirukan ummat sebegini.

Monday, July 7, 2008

KRISIS HARGA MINYAK: APA PANDANGAN ISLAM?

(SIRI 4: HUKUM KEPEMILIKAN DALAM ISLAM)


Putera Charles apabila ditanya apakah penyelesaian bagi krisis yang melanda sistem kapitalisme menjawab supaya melihat unsur-unsur yang ada dalam ideologi sosialisme. Jawapan ini tidak pelik kerana Putera Charles bukan beraqidah Islam. Sebagai orang yang mempercayai Krsitian dalam bab ketuhanan, samada mengguna pakai ideologi kapitalisme atau sosialisme tidaklah bertentangan dengan ajaran tersebut.

Tetapi bagaimana pula dengan individu muslim? Sememang pengelolaan minyak di dunia hari ini berdasarkan ideologi kapitalisme. Apakah wajar seorang yang mengaku beriman, masih menggunakan cadangan-cadangan dalam konteks kapitalisme untuk menyelesaikan masalah harga minyak. Atau mungkin ada yang bersetuju dengan Putera Charles untuk mengambil nilai ‘baik’ yang ada sistem sosialisme? Atau adakah Islam mempunyai pengaturan dalam memcahkan permasalahan ini dan inilah penyelesaian yang wajib kita ambil.

Antara Cadangan-cadangan Dalam Konteks Kapitalisme
Jika telusuri pelbagai cadangan yang dilontarkan masih lagi dalam konteks Kapitalisme. Antaranya:

1) Menggunakan keuntungan PETRONAS untuk menampung subsidi kenaikan harga minyak.
2) Haraga minyak tidak wajar dinaikkan kerana Malaysia adalah negara pengeluar minyak.
3) Meletakkan PETRONAS dibawah bidang kuasa Perlimen, bukan di bawah Perdana Menteri sebagaimana hari ini.
4) Menggesa Negara-negara OPEC untuk meningkatkan pengeluaran minyak.
5) Memilik negarakan minyak seperti Venuzuela.

Pandangan Islam Tentang Hukum Kepemilikan

Segala yang ada di dunia ini adalah milik Allah. Oleh itu kepemilikan adalah izin Allah untuk memiliki harta tersebut. Firman Allah Taala yang bermaksud

“..dan kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa jua yang dikehendakiNya dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”

Oleh itu manusia hanya memiliki harta atas keizinan Allah swt. Haram hukumnya memiliki harta dengan jalan yang haram atau memiliki harta yang haram dimiliki. Berbeza dengan ideologi kapitalisme yang memberikan hak kepada mana-mana individu untuk memiliki dan juga sosialisme yang memilik negara kebanyakan kekayaan alam.Sedangkan Islam mengkategorikan kepemilikan kepada 3, iaitu:-

1) Hak Milik Individu
2) Hak Milik Negara
3) Hak Milik Umum

Penulisan ini menjadi sangat panjang jika kita mahu membahaskan semua kategori kepemilikan ini. Saya rasa cukup jika melihat sepintas lalu makna-makna kepemilikan tersebut kecuali kepemilkan umum yang akan dibincang dalam penulisan berikutnya.

Hak milik individu adalah hak milik yang diizinkan oleh Syari’ (Allah dan Rasul) untuk dimiliki oleh individu-individu. Contohnya adalah seperti rumah, kereta, buku dll.

Manakala hak milik negara adalah hak milik yang dizinkan oleh syari’ untuk dimiliki oleh negara. Antaranya adalah jizyah, ghaminah, fa’i, usyur, kharaj, marafiq, shawafi, rikaz dan dhoribah.

Manakala hak milik umum adalah hak milik yang diizinkan oleh syari’ untuk dimiliki oleh rakyat. Negara hanya bertindak sebagai pengelola, bukan tuan punya. Contohnya adalah seperti Kaabah, jalan raya, mina, muzdalifah, harta galian bumi yang jumlahnya dikategorikan sebagai ma’ ul idd(umpama air yang mengalir) seperti emas, perak, petroleum, besi, timah, gas asli dan lain.


InsyaAllah kita akan sambung pembahasan berkenaan milkiah ammah(hak milik umum) dalam penulisan sepenuh. Juga bagaimana minyak sebagai salah satu dari hak milik ummat ini wajib diuruskan oleh Negara Islam.

Wednesday, July 2, 2008

Deklarasi Dewan Kesatuan Ulama (Haiah Ittihadul al Ulama’)

sumber: http://www.hizbut-tahrir.or.id/


HTI-Press] Para ulama, habaib, dan tokoh umat Islam mendeklarasikan Dewan Kesatuan Ulama (Haiah Ittihadul al Ulama’) 26 Juni 2008 di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta Selatan. Deklarasi itu merupakan salah satu hasil pertemuan besar ulama, habaib, dan tokoh umat yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam (FUI) 25-26 Juni 2008. Dewan Kesatuan Ulama FUI ini dibentuk untuk mewujudkan aliansi sinergis antar berbagai komponen umat.




Deklarasi Darunnajah tersebut dibacakan oleh ketua Umum DPP Al Ittihadiyah sekaligus Ketua MUI, Brigjen (Purn) KH Nazri Adlani, Kamis (26/6) sore. KH Nazri Adlani didampingi sejumlah tokoh seperti KH Ahmad Baidhowi (Tokoh NU dari Lasem), KH Badruddin Subqy (PUI/BKSPPI), KH Irfianda Abidin (Komite Penegak Syariah Islam Sumatera Barat), H Abu bakar (MUI Fakfak Papua Barat), Habib Muhammad Ali Abdurahman Assegaf (Majelis Kehormatan Ulama Indonesia), Habib Muchsin Alatas (Majelis Taklim Anwarul Hidayah Jakarta), Ismail Yusanto (Jubir Hizbut Tahrir Indonesia), KH Muhammad Soleh (Lombok), KH Muhammad Ma’mun (Pesantren Darul Falah, Serang), Habib Salim Al Athos (Laskar Aswaja), KH Shihabudin (Lampung) dan tokoh lainnya.

Dewan Kesatuan Ulama Forum Umat Islam ini berfungsi untuk melakukan: Tashfiyatu al-afkar al Islamiyyah (pemurnian pemikiran Islam), Tansiqu al-harakat al Islamiyyah (koordinasi antargerakan Islam), Ad-Difa’u wa himayatu ad-dakwah al Islamiyyah (Pembelaan dan perlindungan dakwah Islam) dan Ishdar al-hululu asy-syar’iyyah li masyakili hayati al-ummah al-islamiyah (mengeluarkan solusi-solusi terhadap problematika umat Islam).

Selain menghasilkan deklarasi Darunnajah, pertemuan besar besar ulama, habaib, dan tokoh umat ini mengeluarkan rekomendasi yang ditujukan kepada para ulama/habaib/tokoh umat, pemerintah, masyarakat, dan wakil rakyat (DPR).

Rekomendasi itu menyatakan para ulama harus menjadi kelompok terdepan dalam pembinaan keluarga dan masyarakat untuk mendakwahkan Islam secara kaffah dan amar ma’ruf nahi munkar menuju perubahan bagi tegaknya syariat Islam dan kesatuan umat Islam, serta dengan istiqomah menjaga dan membela Islam beserta para pejuangnya dalam menghadapi musuh-musuh Islam. Selain itu, para ulama harus harus meningkatkan hubungan persaudaraan, komunikasi, informasi dan koordinasi antar para ulama, habaib dan tokoh gerakan/lembaga Islam harus menguatkan keberadaan Gerakan/lembaga Islam di tengah umat terutama ketika tengah terjadi gejolak temporal sebagai bentuk awal kepemimpinan Gerakan/lembaga Islam atas umat, misalnya menentang keberadaan intelijen AS dalam Namru 2 dengan dalih penelitian kesehatan.

Para ulama/habaib/tokoh umat harus menggelorakan terus semangat untuk perjuangan syariah sesuai hasil Kongres Umat Islam Indonesia ke-4 (KUII IV) tahun 2005 dan penolakan terhadap sekularisme, pluralisme, dan liberalisme sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2005. Meningkatkan soliditas internal Gerakan/lembaga Islam (keteladanan, kualitas kader, kepemimpinan, administrasi manajerial, dana, sarana prasarana, dan ketaqwaan dan tawakkal ala Allah).

Para ulama diminta menerima dan membina pengikut Ahmadiyah yang bertobat. Mereka juga diminta membentuk Forum Umat Islam dan Dewan Kesatuan Ulamanya. Lebih dari itu, para ulama harus mendorong revolusi damai sesuai ajaran Islam sebagai jalan perubahan. Untuk itu perlu kesatuan umat dan kepemimpinan umat dalam struktur organisasi yang rapi.

Khusus kepada masyarakat, pertemuan besar ulama itu meminta meningkatkan pemahaman dan kesadaran bahwa saat ini masih terjadi penjajahan di bidang aqidah, sosial, ekonomi, politik, dan budaya sebagai akibat tidak diterapkannya syariat Islam. Masyarakat pun diminta bahu membahu bersama para ulama, habaib dan tokoh lembaga/organisasi Islam untuk melakukan perubahan menuju tegaknya syariat Islam dan kesatuan umat.

Kepada pemerintah, para ulama meminta segera menghentikan dan menghapus segala bentuk sekulerisme, liberalisme, dan kapitalisme yang telah nyata-nyata menghancurkan Indonesia dan menggantikannya dengan sistem Islam. Pemerintah juga diminta bersikap kuat dan tegas terhadap asing dan LSM komprador sehingga Indonesia tidak dijadikan bulan-bulanan pihak asing.

Para ulama meminta pemerintah sungguh-sungguh menjaga akidah umat dengan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membubarkan Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya serta pendukungnya (seperti AKKBB). Selain itu, dalam masalah yang lain, para ulama meminta pemerintah sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat dengan: (i) Menurunkan harga BBM, (ii) Menasionalisasi aset rakyat yang telah dikuasai oleh asing, (iii) Menghentikan kerjasama dengan Namru 2. Tak lupa pemerintah diminta segera membersihkan pemerintahan dari koruptor dan para komprador asing. Tuntutan lainnya yakni pemerintah membebaskan Habib Rizieq dan Munarman dari segala tuduhan.

Rekomendasi juga diarahkan kepada wakil rakyat yang duduk di DPR. Para ulama mendesak DPR segera mengesahkan RUU-APP bersama dengan pemerintah yang sesuai dengan rekomendasi MUI, membatalkan segala UU yang merugikan rakyat (seperti UU Migas, UU SDA, UU Penanaman Modal, dll), menolak intervensi asing dalam pembuatan UU, dan mengganti KUHP yang ada dengan KUHP yang sesuai dengan syariat Islam.

Pertemuan besar ulama, habaib, dan tokoh umat ini membahas berbagai persoalan bangsa yang mutakhir dalam bidang ekonomi, sosial budaya, aqidah, dan keamanan. Beberapa pembicara hadir dalam acara yang berlangsung cukup sederhana tersebut. Di antaranya Menkes Siti Fadilah Supari, budayawan Taufik Ismail, ekonom Hendri Saparini dan Ichsanuddin Noorsy, wartawan senior Amran Nasution, pakar Ahmadiyah Amin Jamaludin, dan tokoh NU KH Syukron Ma’mun. Keynote speaker disampaikan oleh Ketua MUI KH Ma’ruf Amin. Acara ini dihadiri 176 utusan dari seluruh Indonesia. Mereka adalah para ulama dari berbagai pesantren dan ormas Islam, habaib, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Setelah pertemuan, Jumat pagi, para peserta menjenguk Habib Rizieq Shihab dan Munarman di Polda Metro Jaya. Sebagian di antaranya tak kuasa menahan air mata begitu bertemu keduanya. (LI/Mujiyanto)




ULASAN WUZARA: SAYA BENAR2 TERHARU MELIHAT KERJASAMA BEGINI. SEBELUM INI PUN MEREKA TELAH ADA FUORUM UMMAT ISLAM (FUI) YANG MENYATUKAN HAMPIR SEMUA GERAKAN ISLAM DI INDONESIA. INILAH KERJASAMA ANTARA GERAKAN ISLAM YANG KITA IMPIKAN DAN SELARI DENGAN SYARIAT. BILAKAH UKHWAH SEPERTI INI AKAN BERLAKU ANTARA GERAKAN ISLAM DI MALAYSIA? SUDAH SAMPAI MASANYA GERAKAN ISLAM DI MALAYSIA MENINGGALKAN SEGALA 'TAHALLUF SIASI' DENGAN PERTI KUFUR DAN MENGGERAKKAN SELURUH JENTERA JEMAAH ISLAM UNTUK MENUNTUT PENEGAKKAN SYARIAT. ALLAHUAKBAR!!!

Sunday, June 29, 2008

Seminar Krisis Kenaikan Minyak



Assalamualaikum wbt...

Pagi tadi lebih kurang jam 7 saya bertolak dari Batu Pahat menuju ke Bangi. Terlanjur ada kursus di sana sehingga Rabu minggu depan, baik juga ambil kesemepatan hadir ke Seminar tersebut. Sampai di Puri Pujangga UKM lebih kurang jam 9.30 . Masuk ke dewan, penceramah pertama Prof Madya Dr Sharifudin b. Dato Muhammad Zain sedang menyampaikan ceramahnya. Beliau menerangkan realiti yang membawa kepada kenaikan harga minyak, memang menarik dan mendalam.


Beliau menyorot tentang keadaan ekonomi US yang sarat dengan beban hutan negara dan individu yang berkali-kali ganda berbanding KDNK US. Kemudian kesan 'sub prima' yang benar2 tenat di US. Yang semua ini mempunyai hubung kait dengan kenaikan harga minyak. Beliau juga menjelaskan situasi dan faktor industri 'real' minyak dan juga industri kontrak pasaran hadapan, realitinya dan bagaimana ia membawa kepada spekulasi kenaikan harga minyak. apa yang dapat simpulkan, walaupun dalam masa yang terhad Dr. Sharifudin dapat menjelaskan dengan jelas tentang realiti SEBENAR kenaikan harga minyak.

Semasa sesi jamuan, saya sempat berbual2 dengan beberapa tetamu yang hadir. Alhamdulillah mereka memberi respons yang sangat baik. Mereka setuju hanya setelah mendengar penjelasan tadi baru betul2 memahami realiti kenaikan harga minyak ini.


Penceramah kedua dari Presiden Hizbut Tahrir Malaysia, Ustaz Hakim Othman, menjelaskan hukum Islam tentang pengaturan minyak. Beliau menumpukan khusus hukum bagi minyak sebagai milkiah ammah dengan dalil dan syarah yang jelas. Walaupun saya sudah memahami tentang perkara ini, penjelasan dari Ustaz Hakim menajamkan lagi pemahaman.


Selapas sesi soal jawab, Hizbut Tahrir Malaysia memperkenal barisan saf kepimpinan tertinggi HTM. Selepas itu, Kempen Sejuta Tandatangan dilancarkan oleh Presiden bersama Ustaz Ahmad Mustafa, Setiausaha Agung Hizbut Tahrir Malaysia. Selepas doa penutup, suatu sidang media diadakan.

Itulah sedikit info yang dapat saya kongsi disini. Maaflah buat masa ini tak dapat menulis secara ilmiah lantaran kesibukan urusan harian. okaylah, nak study sikit... esok dan lusa ada exam.

akhir kalam serangkap pantun dari saya...

Malam nan indah penuh rahsia,
Fajar suboh merakit cahaya,
Inilah Islam agama mulia,
Khilafah Nubuwwah tugasan bersama.

Jom Dakwah!!!!!!!








Friday, June 27, 2008

Harga Minyak Melepasi US140/barrel

Assalamualaikum
Semoga ceria dipagi Jumaat yang penuh barkah ini. Jangan pula apa yang saya catitkan disini membuat kita mencuka.Seperti dijangka harga minyak akan terus meningkat. Harga minyak mencatat paras tertinggi USD140.39 dan sedang berlegar sekitar USD139.89.

Ini merupakan tekanan kepada banyak kerajaan terutama di negara-negara membangun dan dunia ke3. US sedang bermain api. Dalam masa syarikat-syarikat minyak US mengaut keuntungan dan sumber bahan api alternatif semakin relevan, kegoyahan kerajaan di banyak negara turut akan memberi kesan negatif kepada US.

Putera Charles juga telah menyarankan untuk mengkaji kembali sosialisme untuk manutup kelemahan sistem kapitalisme yang digunapakai dunia hari ini. Barat masih tercari-cari idelogi alternatif lain tetapi hahikatnya mereka masih pi mai pi mai tang tu. Yang mereka dapat lihat penyelesaiannya samada kapitalisme atau sosialisme.

Ummat Islam tidak begitu. Kita melihat Islam sebagai penyelesaian bagi permasalahan kehidupan yang menjamin ketenangan hidup di dunia dan semoga Allah meredhai. Demonstrasi yang akan diadakan pada 6.7.087 menunjukkan tekanan hidup dan kemarahan rakyat Malaysia atas keputusan kerajaan menaikkan harga minya.

Walaubagaimana pun, menurunkan harga minyak bukan penyelesaian Islam. Minyak seperti sumber galian yang 'tidak' terbatas' lain, adalah milkiah am(kepemilikan umum) yang wajib diurus oleh negara sebagai milik rakyat. kalau nak kefahaman lanjut marilah ke seminar krisis minyak di UKM hari ini. sila layari www.khilafah.com untuk maklumat lanjut.

Semoga segala kegawatan hari ini merupakan retak menanti belah menuju kehancuran sistem kapitalisme. ISLAM PASTI KEMBALI TERTEGAK, ALLAHUAKBAR!!!

Oil rises past $140 a barrel, setting a record
http://www.iht.com/articles/2008/06/26/business/26oil.php

NEW YORK: Oil futures rose to more than $140 a barrel, a new record, Thursday after OPEC's president said oil prices could rise well above $150 a barrel this year and Libya said it may cut oil production.
Light, sweet crude for August delivery settled up $5.09 at $139.64 a barrel after hitting an all-time high of $140.39 earlier, eclipsing the previous record of $139.89 a barrel hit on June 16 on the New York Mercantile Exchange. In London, August Brent crude futures rose $3.88 to $138.16 on the ICE Futures Exchange.
Chakib Khelil, president of the Organization of the Petroleum Exporting Countries, said he believes oil prices could rise to between $150 and $170 a barrel this summer before declining later in the year. Khelil said he does not think prices will reach $200 a barrel.
The head of Libya's national oil company said the country may cut crude production because the oil market is well supplied, according to news reports.
"Shokri Ghanem, the nation's top oil official, declined to say when a decision would be made on whether to lower production, or give any indication of the size of the cut under consideration," said Addison Armstrong, director of market research at Tradition Energy in Stamford, Connecticut, in a research note.
Oil futures were also rising as investors reassessed comments the Federal Reserve made Wednesday when it held a key interest rate unchanged.
Many investors who had expected the Fed to raise interest rates in August now think a rate hike is unlikely until after the November election or next year, said James Cordier, president of Tampa, Florida-based trading firms Liberty Trading Group and OptionSellers.com.
Interest rates affect the dollar; many analysts believe the Fed's rate cutting campaign, which began last September, had much to do with weakening the dollar against the euro and sending oil prices skyrocketing. Investors buy commodities such as oil when the greenback is falling. Also, a weaker dollar makes oil less expensive to investors dealing in other currencies.
The dollar slid against the euro after the Fed's comments Wednesday, and was down again on Thursday.
Breaking through $140 now "seems hard to avoid," Cordier said.
In other Nymex trading Thursday, July gasoline futures rose 9.04 cents to $3.4845 a gallon and July heating oil futures rose 11.58 cents to $3.865 a gallon. July natural gas futures rose 17.8 cents to $12.931 per 1,000 cubic feet.

PERKONGSIAN PERNIAGAAN DALAM ISLAM


Pasti ramai diantara kita yang minat berniga atau pun memang seorang peniaga. Dalam perniagaan, perkongsian adalah suatu perkara yang kita biasa jumpa. Sedarkah kita Islam telah mengatur hukum berkenaan perkongsian perniagaan ini?

Sedarkah kita syarikat Enterprise, Sendirian Berhad, Berhad, Koperasi mahupun saham yang diamalkan sekarang adalah bentuk perkongsian perniagaan yang lahir dari aqidah sekular? Saya sendiri sebelum mempelajari sistem ekonomi Islam tidak menyedari perkara ini. Kita dilahirkan dalam masa perkongsian-perkongsian ini telah dan sedang diamalkan. Sehingga mungkin kita tidak perasan dan menyangka tiada masalah dengan hukum syarikat tersebut.

Saya perhatikan jarang sekali hukum berkenaan perkongsian perniagaan ini dititik beratkan. Sedangkan Islam menganjurkan ummatnya berniaga dan dalam masa yang sama menjelaskan hukum-hukumnya. Dalam dunia hari ini banyak bentuk perniagaan seperti MLM, bursa saham diperkenalkan tetapi jelaskah kita hukum syara’ berkenaannya?

Saudara-saudara yang dikasihi, para fuqaha telah menggali dari dalil syar’ie berkenaan perkongsian Islam. Sama-sama kita mengamalkannya. InsyaAllah rezeki yang diperoleh adalah rezeki yang halal lagi diberkati.


Perkongsian Perniagaan (Syirkah)

Kata syirkah dalam bahasa arab berasal dari kata syarika (fi’il madhi), yashruku (fi’il mudhari’) syarikan/syirkatan/syarikatan (masdar/kata dasar); ertinya menjadi sekutu atau syarikat (kamus al Munawar)
Menurut erti asli bahasa arab, syirkah bererti mencampurkan dua bahagian atau lebih sehingga tidak boleh dibezakan lagi satu bahagian dengan bahagian lainnya, (An-Nabhani)
Adapun menurut makna syara’, syirkah adalah suatu akad antara 2 pihak atau lebih yang sepakat untuk melakukan kerja dengan tujuan memperoleh keuntungan. (An-Nabhani)

Hukum Syirkah

Syirkah hukumnya mubah. Ini berdasarkan dalil hadith nabi saw berupa taqrir terhadap syirkah. Pada saat baginda diutuskan oleh Allah sebagai nabi, orang-orang pada masa itu telah bermuamalat dengan cara ber-syirkah dan Nabi Muhammad saw membenarkannya. Sabda baginda sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra:
Allah ‘Azza wa jalla telah berfirman; Aku adalah pihak ketiga dari 2 pihak yang bersyirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya khianat, aku keluar dari keduanya. (Hr Abu dawud, alBaihaqi dan adDaruquthni)
Imam Bukhari meriwayatkan bahawa Aba Manhal pernah mengatakan , “aku dan rakan kongsiku telah membeli sesuatu dengan cara tunai dan hutang.” Lalu kami didatangi oleh Al Barra’bin azib. Kami lalu bertanya kepadanya. Dia menjawab, “ Aku dan rakan kongsiku, Zaiq bin Arqam, telah mengadakan perkongsian. Kemudian kami bertanya kepada nabi s.a.w tentang tindakan kami. Baginda menjawab:
“barang yang (diperoleh) dengan cara tunai silalah kalian ambil. Sedangkan yang (diperoleh) secara hutang, silalah kalian bayar”

Hukum melakukan syirkah dengan kafir Zimmi
Hukum melakukan syirkah dengan kafir zimmi juga adalah mubah. Imam Muslim pernah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar yang mengatakan:
“Rasulullah saw pernah memperkerjakan penduduk khaibar(penduduk Yahudi) dengan mendapat bahagian dari hasil tuaian buah dan tanaman”

Rukun Syirkah
Rukun syirkah yang asas ada 3 perkara iaitu:
a) akad (ijab-kabul) juga disebut sighah
b) dua pihak yang berakad (‘aqidani), mesti memiliki kecekapan melakukan pengelolaan harta
c) objek aqad(mahal) juga disebut ma’qud alaihi, samada modal atau pekerjaan

Manakala syarat sah perkara yang boleh disyirkahkan adalah adalah objek tersebut boleh dikelola bersama atau boleh diwakilkan.

Pandangan Mazhab Fiqih tentang Syirkah
Menurut mazhab syafi’e, zahiriah dan Imamiah hanya 2 syirkah yang sah iaitu inan dan mudharabah

Mazhab Hanafi berpandangan ada empat jenis syirkah yang syari’e iaitu syirkah inan, abdan, mudharabah dan wujuh. ( Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh al Islami wa Adillatuhu)

Mazhab Maliki hanya 3 jenis syirkah yang sah iaitu syirkah inan, abdan dan mudharabah.
Menurut mazhab syafi’e, zahiriah dan Imamiah hanya 2 syirkah yang sah iaitu inan dan mudharabah.

Mazhab hanafi dan zaidiah berpandangan ada 5 jenis syirkah yang sah iaitu syirkah inan, abdan, mudharabah, wujuh dan mufawadhah.

Syeikh Taqiuddin AnNabhani dalam kitabnya Sistem Ekonomi Alternatif Perspektif Islam berijtihad terdapat 5 jenis syirkah yang syari’e sama seperti pandangan mazhab hanafi dan zaidiah. 1) Syirkah Inan
Syirkah inan adalah syirkah yang mana 2 pihak atau lebih, setiap pihak menyumbangkan modal dan menjalankan kerja. Contoh bagi syirkah inan:
Khalid dan Faizal berkongsi menjalankan perniagaan burger bersama-sama dan masing-masing mengeluarkan modal RM500 setiap seorang.
Perkongsian ini diperbolehkan berdasarkan As-Sunnah dan ijma’sahabah. Disyaratkan bahawa modal yang dikongsi adalah berupa wang. Modal dalam bentuk harta benda seperti kereta mestilah diakadkan pada awal transaksi.
Perkongsian ini dibangunkan oleh konsep perwakilan(wakalah) dan kepercayaan(amanah). Sebab masing-masing pihak, dengan memberi/berkongsi modal kepada rakan kongsinya bererti telah memberikan kepercayaan dan mewakilkan kepada rakan kongsinya untuk mengelolakan perniagaan.
Keuntungan adalah berdasarkan kesepakatan semua pihak yang berkongsi manakala kerugian berdasarkan peratusan modal yang dikeluarkan. Abdurrazzak dalam kitab Al-Jami’ meriwayatkan dari Ali r.a yang mengatakan:
“kerugian bergantung kepada modal, sedangkan keuntungan bergantung kepada apa yang mereka sepakati”

2) Syirkah Abdan
Perkongsian abdan adalah perkongsian 2 orang atau lebih yang hanya melibat tenaga(badan) mereka tanpa melibatkan perkongsian modal. Sebagai contoh:
Jalal adalah tukang buat rumah dan Rafi adalah juruelektrik yang berkongsi menyiapkan projek sebuah rumah. Perkongsian mereka tidak melibatkan perkongsian kos.
Keuntungan adalah berdasarkan persetujuan mereka. Syirkah abdan hukumnya mubah berdasarkan dalil As-sunnah. Ibnu mas’ud pernah berkata” aku berkongsi dengan Ammar bin Yasir dan Saad bin Abi Waqqash mengenai harta rampasan perang badar. Sa’ad membawa dua orang tawanan sementara aku dan Ammar tidak membawa apa pun” (HR Abu Dawud dan Atsram). Hadith ini diketahui Rasulullah saw dan baginda membenarkannya.

3) Syirkah Mudharabah
Syirkah Mudharabah adalah syirkah dua pihak atau lebih dengan ketentuan, satu pihak menjalankan kerja (amal) sedangkan pihak lain mengeluarkan modal (mal). (An-Nabhani, 1990: 152). Istilah mudharabah dipakai oleh ulama Iraq, sedangkan ulama Hijaz menyebutnya qiradh. (Al-Jaziri, 1996: 42; Az-Zuhaili, 1984: 836). Sebagai contoh:
Khairi sebagai pemodal memberikan modalnya sebanyak RM 100 ribu kepada
Abu Abas yang bertindak sebagai pengelola modal dalam pasaraya ikan.

Ada 2 bentuk lain sebagai variasi syirkah mudharabah. Pertama, 2 pihak (misalnya A dan B) sama-sama memberikan mengeluarkan modal sementara pihak ketiga (katakanlah C) memberikan menjalankan kerja sahaja. Kedua, pihak pertama (misalnya A) memberikan konstribusi modal dan kerja sekaligus, sedangkan pihak kedua (misalnya B) hanya memberikan konstribusi modal tanpa konstribusi kerja. Kedua-dua bentuk syirkah ini masih tergolong dalam syirkah mudharabah (An-Nabhani, 1990:152).


Dalam syirkah mudharabah, hak melakukan tasharruf hanyalah menjadi hak pengelola. Pemodal tidak berhak turut campur dalam tasharruf. Namun demikian, pengelola terikat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal. Jika ada keuntungan, ia dibagi sesuai kesepakatan di antara pemodal dan pengelola, sedangkan kerugian ditanggung hanya oleh pemodal. Sebab, dalam mudharabah berlaku wakalah (perwakilan), sementara seorang wakil tidak menanggung kerosakan harta atau kerugian dana yang diwakilkan kepadanya (An-Nabhani, 1990: 152). Namun demikian, pengelola turut menanggung kerugian jika kerugian itu terjadi kerana melanggar syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal.

4) Syirkah Wujuh
Disebut syirkah wujuh kerana didasarkan pada kedudukan, ketokohan atau keahlian (wujuh) seseorang di tengah masyarakat. Syirkah wujuh adalah syirkah antara 2 pihak (misalnya A dan B) yang sama-sama melakukan kerja (amal), dengan pihak ketiga (misalnya C) yang mengeluarkan modal (mal). Dalam hal ini, pihak A dan B adalah tokoh masyarakat. Syirkah semacam ini hakikatnya termasuk dalam syirkah mudharabah sehingga berlaku ketentuan-ketentuan syirkah mudharabah padanya. (An-Nabhani, 1990:154)

Bentuk kedua syirkah wujuh adalah syirkah antara 2 pihak atau lebih yang bersyirkah dalam barangan yang mereka beli secara kredit, atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya tanpa sumbangan modal dari masing-masing pihak. Misalnya A dan B tokoh yang dipercayai pedagang. Lalu A dan B bersyirkah wujuh dengan cara membeli barang dari seorang pedagang C secara kredit. A dan B bersepakat masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. Lalu keduanya menjual barang tersebut dan keuntungannya dibagi dua, sedangkan harga pokoknya dikembalikan kepada C (pedagang).

Dalam syirkah kedua ini, keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan, bukan berdasarkan nisbah barang dagangan yang dimiliki. Sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing pengusaha wujuh usaha berdasarkan kesepakatan. Syirkah wujuh kedua ini hakikatnya termasuk dalam syirkah ‘abdan (An-Nabhani, 1990:154).
Namun demikian, An-Nabhani mengingatkan bahawa ketokohan (wujuh) yang dimaksud dalam syirkah wujuh adalah kepercayaan kewangan (tsiqah maliyah), bukan semata-mata ketokohan di masyarakat. Maka dari itu, tidak sah syirkah yang dilakukan seorang tokoh (katakanlah seorang menteri atau pedagang besar), yang dikenal tidak jujur atau suka memungkiri janji dalam urusan kewangan. Sebaliknya sah syirkah wujuh yang dilakukan oleh seorang biasa-biasa saja, tetapi oleh para pedagang dia dianggap memiliki kepercayaan kewangan (tsiqah maliyah) yang tinggi misalnya dikenal jujur dan tepat janji dalam urusan kewangan.

5) Syirkah Mufawadhah
Syirkah mufawadhah adalah syirkah antara 2 pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inan, ‘abdan, mudharabah dan wujuh). Syirkah mufawadhah dalam pengertian ini, menurut An-Nabhani adalah boleh. Sebab, setiap jenis syirkah yang sah berdiri sendiri maka sah pula ketika digabungkan dengan jenis syirkah lainnya.
Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan jenis syirkahnya; iaitu ditanggung oleh pemodal sesuai dengan nisbah modal (jika berupa syirkah inan) atau ditanggung pemodal sahaja (jika berupa syirkah mudharabah) atau ditanggung pengusaha usaha berdasarkan peratusan barang dagangan yang dimiliki (jika berupa syirkah wujuh).
Contoh: A adalah pemodal, menyumbang modal kepada B dan C, dua jurutera awam yang sebelumnya sepakat bahawa masing-masing melakukan kerja. Kemudian B dan C juga sepakat untuk menyumbang modal untuk membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada B dan C. Dalam hal ini, pada awalnya yang ada adalah syirkah ‘abdan iaitu B dan C sepakat masing-masing bersyirkah dengan memberikan konstribusi kerja sahaja. Lalu, ketika A memberikan modal kepada B dan C, bererti di antara mereka bertiga wujud syirkah mudharabah. Di sini A sebagai pemodal, sedangkan B dan C sebagai pengelola. Ketika B dan C sepakat bahawa masing-masing memberikan suntikan modal di samping melakukan kerja, bererti terwujud syirkah inan di antara B dan C. Ketika B dan C membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya bererti terwujud syirkah wujuh antara B dan C. Dengan demikian, bentuk syirkah seperti ini telah menggabungkan semua jenis syirkah yang ada yang disebut syirkah mufawadhah.

AYUHAI SAUDARA KU...
Kita wajib meninggalkan segala bentuk perkongsian yang bathil hari ini dan kembali kepada bentuk perkongsian Islam. Semoga Allah meredhai kita semua, amin.